Senin, 02 Juni 2014

SEVEN TOOLS

1.Chek Sheet
Deskripsi - Tujuan :                   
—  Adalah sebuah formulir yang disiapkan untuk mengumpulkan, mengkonfirmasi dan menganalisis data.
Digunakan bila :
—  Mengumpulkan data berupa frekuensi atau pola kejadian, masalah, defect dan lain-lain.
—  Data dapat dikumpulkan dan diobservasi secara berulang oleh orang yang sama atau pada lokasi yang sama.
Check Sheet dapat dibuat dalam berbagai bentuk misalnya:
No
Ukuran sepatu
Jumlah
Jumlah cacat
1
36-39
5
1
2
40-43
2
0
3
43-45
2
0

 2.Histogram
Deskripsi - Tujuan :
·         Histogram adalah Grafik batang yang menunjukan banyaknya suatu data
·         Histogram dapat digunakan untuk mengevaluasi distribusi data
Keguanaan:
·         Memungkinkan Anda untuk memahami sekilas variasi atau penyebaran data yang ada dalam proses
·          Bentuk histogram akan menunjukkan perilaku proses
·         Seringkali, ia akan memberitahu Anda untuk menggali lebih dalam penyebab dinyatakan tak terlihat variasi penyebaran data.
·         Bentuk dan ukuran dispersi akan membantu mengidentifikasi sumber dinyatakan tersembunyi variasi
·         Digunakan untuk menentukan kemampuan proses atau faktor yang diunggulkan atau perlu perhatian khusus
·         Menjadi  pantauan titik awal untuk proses perbaikan
Contoh histogram berikut menunjukan penyebarab distribusi data dimana komponen x melambangkan kriteria A nilai dan komponen y menyatakan jumlah yang mendapatkan nilai tersebut. Dalam hstogram, tidak perlu diurutkan frekuensinya.


 3.Pareto Chart
Deskripsi - tujuan :
—  Diagram batang dimana panjang batang menunjukkan frekuensi suatu kejadian, atau memvisualisasikan signifikansi suatu kejadian.
    Digunakan bila :
—  Menganalisa data kelompok untuk mencari pola-pola yang telah diinginkan.
—  Memfokuskan pada masalah atau sebab yang paling signifikan.
—  Mencari hubungan sebab-akibat dengan membandingkan sebuah pareto sebab dan pareto akibat.
—  Mengevaluasi perbaikan dengan membandingkan pareto sebelum dan pareto sesudah perbaikan.
Contoh diagram pareto, dimana kriteria dengan frekuensi tertinggi harus diperhatikan urutan datanya. Data diurutkan dari frekuensi yang tertinggi hingga yang terendah.

 

4.Scatter Diagrams
Deskripsi - tujuan :
—  Scatter Diagram merupakan sebuah plot plot antara du avariabel x-y yang bisa kita lihat ada tidaknya hubungan antara kdua variabel tersebut.
—  Digunakan untuk membantu mengidentifikasi hubungan antara dua variabel. 
Digunakan  bila :
—  Mengidentifikasi akar-akar sebab yang potensial.
—  Telah diperoleh hubungan sebab-akibat dengan diagram fish-bone.
—  Menjelaskan dua pengaruh yang terjadi oleh sebab yang sama.
Contoh Scatter diagram, apa bila dari plot plot yang kita tempatkan pada diagram membentuk garis linier x=y atau v=-y maka kita dapat melihat hubngan antara dua variabel yang di cari, jika garis linier yang diplot kan membentuk garis x=a atau y=b dapat disimpulkan bahwa faktor yang  konstan tidak mempengaruhi vaktor lainnya.
               

 
5.Flow Chart
Deskripsi - tujuan :
·         Flow Chart merupakan diagram alir yang berisi gambar dan merepresentasi atau menunjukkan semua langkah dari proses
Kegunaan :
·         Menampilkan apa yang sebenarnya terjadi pada setiap langkah dalam proses
·         Menampilkan apa yang terjadi ketika peristiwa non-standar terjadi
Contoh Flow Chart
 
6. Cause and Effect Diagrams

Deskripsi - Tujuan :
—  Cause and Effect Diagrams disebut juga sebagai diagram “fish bone (tulang ikan)” yang menentukan hubungan antara sebab dan akibat terutama dalam menstrukturkan Brainstorming yang menginginkan pemilihan ide kedalam kategori tertentu.
Digunakan bila :
—  Diperlukan pemikiran yang luas tentang sebab-sebab yang mungkin.
—  Pemikiran berkelompok memungkinkan terjadinya “chaos”.
­­­­­­­­
Contoh cause and effect diagrams


 7.Control Chart
Deskripsi - Tujuan :
—  Peta yang digunakan untuk menganalisa variasi dari sebuah proses melalui pemetaan data historis proses (variabel atau atribut).
Digunakan bila :
—  Memastikan apakah proses dalam keadaan stabil.
—  Menganalisis pola variasi proses karena sebab khusus atau sebab umum.
—  Akan menerapkan perbaikan kualitas proses.
Mengamati dan mengendalikan proses yang sedang berjalan.

MOST (MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE)

Ø  MOST adalah salah satu teknik pengukuran kerja yang disusun berdasarkan urutan sub-sub aktivitas.
Ø  Konsep MOST berdasarkan perpindahan obyek, karena pada dasarnya kerja itu adalah memindahkan obyek. Misalnya mengangkat, mengeser, membawa, dll, kecuali berpikir.
Ø  Satuan waktu yang digunakan : TMU (Time Measurement Unit), dimana:
                1 TMU = 0.00001 jam = 0,0006 menit = 0,036 detik
Ø   Nilai waktu yang ditunjukkan oleh MOST merupakan waktu normal

Model Urutan Gerakan Umum
Ø   A  B  G  A  B  P  A
Ø  Perpindahan obyek ini dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
Ø      A  B  G                       A  B  P                      A
   (memperoleh)        (meletakkan)         (kembali)


Cara Menghitung waktu normal dengan menggunakan model ini adalah:
1.    Catatlah setiap elmen gerakan pada elmen diatas dengan memberikan nomor indeks di setiap kondisi gerakan yang terjadi.
2.    Jika kita telah mendapatkan data dari penelitian maka langkah selanjutnya
3.    Menjumlahkan indeks total yang ada, selanjutnya konversikan waktu TMU yang didapat kedalam jam, menit atau detik sesuai kebutuhan
4.    1 TMU = 0.00001 jam = 0,0006 menit = 0,036 detik
5.    Jika ada pengulangan atau proses yang sama yang dilakukan maka digunakan tanda kurung pada aksi tersebut dan penambahan tanda kurung yang isinya frekuensi pengulangan.
6.    Jumlah indeks adalah dengan menjumlahkan indeks parameter di luar tanda kurung, ditambah perkalian frekuensi pengulangan dengan jumlah indeks dalam tanda kurung.
Contoh:
Mengambil obyek ke kotak komponen dan meletakkan ke dekat badan. Maka urutan model adalah :
 Memperoleh    Meletakkan     Kembali
      A  B  G             A  B  P             A
      A1B0G1        A1B0P1           A0    
          Atau   A1B0G1A1B0P1A0
TMU :  (1+0+1+1+0+1+0) x 10 = 40 TMU





Model Urutan Gerakan Terkendali
Ø A  B  G  M  X  I  A
Ø  Atau dapat dibagi menjadi 3 bagian
  A  B  G                      M  X  I                       A
 (memperoleh)    (memindahkan)    (Kembali)
M (Gerakan Terkendali)           X (Waktu Proses)            I (Penyesuaian)
 




Langkah langkah menghitungnya sama dengan model gerakan umum namun berbeda elmen gerakannya saja.
Contoh
Menekan obyek sejauh jangkauan tangan selama 0,5 detik. Maka urutan model adalah
   Memperoleh    Memindahkan   Kembali
       A  B  G                 M  X  I              A
     A1B0G1               M1X1I1            A0
                Atau   A1B0G1M1X1I1A0

TMU :  (1+0+1+1+1+1+0) x 10 = 50 TMU